Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, berziarah ke makam para bupati terdahulu dalam rangkaian Hari Jadi Garut ke-213, Jumat (13/2/2026).
GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 dimaknai sebagai momentum refleksi oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Dalam rangkaian peringatan tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan ziarah ke makam para bupati terdahulu, Jumat (13/2/2026), sebagai wujud penghormatan atas pengabdian mereka dalam membangun daerah.
Ziarah diawali di Makam Keluarga KH. Mashduqi, Kelurahan Pananjung, tempat dimakamkannya Bupati Garut ke-22, almarhum Dede Satibi. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Pasirlingga, Desa Jati, untuk berdoa di pusara Bupati Garut ke-20, almarhum Momon Gandasasmita.
Bupati Garut menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk penghargaan dan upaya meneladani semangat perjuangan para pemimpin sebelumnya. Ia menilai, dedikasi almarhum Dede Satibi dalam mendorong pembangunan sejumlah fasilitas strategis seperti kawasan Kerkof dan SOR RAA Adiwijaya, serta komitmennya terhadap transparansi, menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
“Kita harus meneladani semangat dan keteguhan para pendahulu. Jangan mudah menyerah, terus bekerja keras demi mewujudkan Garut yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujarnya.
Mengenang almarhum Momon Gandasasmita, Bupati Garut juga mengapresiasi etos kerja dan totalitas pengabdiannya. Menurutnya, dedikasi yang ditunjukkan almarhum menjadi standar moral sekaligus motivasi bagi jajaran pemerintahan saat ini untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Ini adalah amanah untuk melanjutkan perjuangan yang telah dirintis para pendahulu. Contoh yang mereka berikan menjadi pengingat bagi kita semua,” tambahnya.
Kegiatan ziarah tersebut mendapat sambutan hangat dari keluarga besar para almarhum. Perwakilan keluarga almarhum Dede Satibi, Arif Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan penghormatan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Garut.
Hal serupa disampaikan putri pertama almarhum Momon Gandasasmita, Mita Permata Sari. Ia mengaku terharu atas inisiatif resmi pemerintah daerah dalam mengenang jasa ayahnya, sekaligus menegaskan komitmen keluarga untuk terus merawat dan melanjutkan peninggalan almarhum, termasuk Sekolah Tinggi Hukum Garut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, para kepala perangkat daerah, serta sejumlah tokoh yang pernah mendampingi masa kepemimpinan para bupati terdahulu.(**).
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut







