Rangkaian kegiatan Rumaksa Manjang Waluya di Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, berlangsung pada 13–14 Maret 2026.
GARUT BERKABAR, Selaawi – Suasana kebersamaan tampak kental dalam kegiatan Rumaksa Manjang Waluya yang digelar Pemerintah Kabupaten Garut di Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Jumat (13/3/2026). Program ini tidak hanya menghadirkan pelayanan publik, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat desa.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan layanan administrasi bagi warga, dilanjutkan buka puasa dan salat tarawih bersama. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Putri Karlina, serta diikuti para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan pejabat administrator di lingkungan Pemkab Garut.
Yang menarik, seluruh pejabat diwajibkan menginap di rumah warga kurang mampu. Langkah ini bertujuan mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memberi kesempatan kepada para pengambil kebijakan untuk merasakan langsung kehidupan warga sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, mobilitas para pejabat juga mengandalkan jasa ojek pangkalan setempat. Kebijakan tersebut berdampak langsung pada peningkatan pendapatan para pengemudi ojek desa. Selain itu, kebutuhan konsumsi seperti menu berbuka dan sahur disiapkan oleh pelaku UMKM serta warung lokal, sehingga perputaran ekonomi masyarakat semakin terasa.
Dalam sambutannya, Bupati Garut menyebut kegiatan ini sebagai terobosan baru yang memperkuat interaksi sosial antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga menyoroti potensi pengembangan Desa Wisata Mekarsari melalui penguatan kebersihan lingkungan, produk unggulan seperti kerajinan sangkar burung khas Selaawi, keramahan terhadap wisatawan, serta jaminan keamanan bagi pengunjung.
Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari Ajie Nugraha mengungkapkan bahwa Festival Kohkol yang menjadi puncak acara merupakan pengembangan dari ide sederhana saat peringatan milangkala desa tahun sebelumnya. Festival tersebut kini melibatkan sembilan RW dan menjadi simbol kreativitas serta kolaborasi masyarakat.
Menurut Ajie, dampak ekonomi langsung dari kegiatan ini dirasakan warga, mulai dari peningkatan omzet kuliner lokal, penyewaan rumah sebagai homestay, produksi kohkol dan obor, hingga bertambahnya pendapatan ojek pangkalan. Ia menilai momen ini menjadi sejarah penting bagi Desa Mekarsari karena untuk pertama kalinya seluruh pejabat datang dan bermalam di desa tersebut.(**).
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut










