Menjelang Pemilu 2024: LIBAS Serukan Politik Damai dan Santun di Kabupaten Garut

- Jurnalis

Rabu, 20 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT BERKABAR, Tarogong Kaler – Menjelang pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung pada 27 November 2024, tensi politik di Kabupaten Garut kian meningkat. Ketua Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa (LIBAS), Tedi Sutardi, menyampaikan kekhawatirannya kepada garutberkabar.com terkait dinamika politik yang memanas dalam beberapa pekan terakhir. Selasa (20/11/2024).

Menurut Tedi, persaingan antar pasangan calon (paslon) menjadi pemicu utama ketegangan ini. “Sayangnya, situasi ini berisiko merusak persatuan dan kerukunan masyarakat Garut,” ujar Tedi. Ia mengimbau seluruh pihak untuk mengutamakan nilai-nilai politik yang damai dan santun agar tidak terjadi perpecahan.

Hak Politik sebagai Pilar Demokrasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam wawancara tersebut, Tedi juga menyoroti pentingnya hak politik sebagai bagian fundamental dari hak asasi manusia. Hak ini, yang dijamin oleh UUD 1945, mencakup kebebasan berpartisipasi dalam pemerintahan, termasuk dalam pemilu.

Baca Juga :  Pengajian Bulanan di Desa Sukabakti : H.Dedy Rohendi Ajak Warga Perkuat Kebersaan

Sejumlah pasal dalam UUD 1945 menjamin hak politik warga negara:

Pasal 27 ayat 1: “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”

Pasal 28C ayat 2: “Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.”

Pasal 28D ayat 3: “Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.”

Pasal 28E ayat 2 & 3: “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran, serta berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”

Baca Juga :  Perjalanan Gedung Regentschapraad Garoet: Dari Dewan Masa Kolonial Hingga Kantor BPKAD

Namun, Tedi mencatat bahwa pelanggaran terhadap hak politik, seperti intimidasi dan diskriminasi, masih kerap terjadi. Ia menegaskan pentingnya perlindungan terhadap hak politik, sehingga masyarakat dapat menggunakan haknya tanpa rasa takut atau tekanan.

Mewujudkan Demokrasi yang Inklusif

Tedi menutup pernyataannya dengan menyerukan perlunya melawan segala bentuk ancaman terhadap hak politik. “Kita harus memastikan pemilu berlangsung jujur, adil, dan inklusif,” tegasnya.

LIBAS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang hari pemilihan, sehingga pesta demokrasi ini dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan persatuan dan kesatuan.(Taufik).

Berita Terkait

Tinggi Air Bendung Copong Naik, Warga Diminta Tetap Waspada
Tragedi di Pantai Sayang Heulang: Bocah 11 Tahun Asal Bandung Tewas Terseret Arus
Libur Lebaran, Pantai Selatan Garut Dipadati Wisatawan dari Berbagai Daerah
Fluktuasi Tinggi Muka Air Bendung Copong, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
H+1 Idul Fitri 1446 H: Arus Lalu Lintas Padat di Simpang Bayongbong, Garut
Bupati Garut Pastikan Kelancaran Arus Mudik 1446 H dengan Tinjauan Lapangan
Idul Fitri 1446 H Dirayakan Serentak di Indonesia pada 31 Maret 2025
Debit Sungai Cimanuk Terkendali, Bendung Copong dalam Kondisi Aman
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 21:30 WIB

Tinggi Air Bendung Copong Naik, Warga Diminta Tetap Waspada

Jumat, 4 April 2025 - 07:35 WIB

Tragedi di Pantai Sayang Heulang: Bocah 11 Tahun Asal Bandung Tewas Terseret Arus

Jumat, 4 April 2025 - 07:00 WIB

Libur Lebaran, Pantai Selatan Garut Dipadati Wisatawan dari Berbagai Daerah

Selasa, 1 April 2025 - 13:29 WIB

H+1 Idul Fitri 1446 H: Arus Lalu Lintas Padat di Simpang Bayongbong, Garut

Minggu, 30 Maret 2025 - 18:37 WIB

Bupati Garut Pastikan Kelancaran Arus Mudik 1446 H dengan Tinjauan Lapangan

Berita Terbaru