Kolaborasi UI, UNFPA, dan Kemen PPPA Memperkuat Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Gender di Garut

- Jurnalis

Kamis, 8 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan FGD “Penilaian Dasar untuk Memperkuat Sistem Manajemen Kasus Kekerasan Berbasis Gender”, untuk Program WOMEN AT CENTER: RISING UP AGAINST WOMEN di Kabupaten Garut, di Aula Meeting Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (07/02/2024).

Pelaksanaan FGD “Penilaian Dasar untuk Memperkuat Sistem Manajemen Kasus Kekerasan Berbasis Gender”, untuk Program WOMEN AT CENTER: RISING UP AGAINST WOMEN di Kabupaten Garut, di Aula Meeting Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (07/02/2024).

GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Unit Kajian Gender dan Seksualitas (Genseks) Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan United Nations Population Fund (UNFPA) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia, telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan manajemen kasus kekerasan berbasis gender (KBG) di Kabupaten Garut.

 

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk

“Evaluasi Dasar untuk Memperkuat Manajemen Kasus Kekerasan Berbasis Gender” untuk Program WOMEN AT CENTER: RISING UP AGAINST WOMEN di Kabupaten Garut, diadakan di Aula Meeting Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut pada Rabu (07/02/2024), Unit Kajian Genseks FISIP UI memandu diskusi tersebut.

 

 

FGD ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA), Pusat Pelayanan Terpadu UPTD PPA Kabupaten Garut, Dinas Sosial, Kementerian Agama, Dinas Kominfo, Bappeda, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, dan undangan lainnya.Sekretaris Dinsos Kabupaten Garut, dr. Marlinda Siti Hana, menyambut baik kegiatan FGD ini. Beliau berharap penguatan dalam manajemen kasus KBG akan membantu mengurangi jumlah kasus tersebut di wilayah Kabupaten Garut.

Baca Juga :  Pemkab Garut Salurkan Bantuan Rutilahu untuk 200 Warga Tidak Mampu

 

 

Marlinda juga berharap diskusi ini tidak hanya memfokuskan pada kekerasan berbasis gender, tetapi juga membahas aspek lain yang dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain.

 

“Sudah banyak langkah teknis yang dilakukan oleh SKPD terkait dalam penanganan KBG. Oleh karena itu, saya merasa senang Garut dipilih sebagai lokasi FGD. Saya optimis program ini akan berhasil, ” ujar Sekretaris Dinsos Kabupaten Garut.

 

 

Menurut Sekretaris Dinsos, upaya ini menunjukkan komitmen dalam menangani kasus KBG di Garut, yang telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak terkait. Peneliti dari Unit Kajian Genseks FISIP UI, Sari Damar Ratri, menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan untuk memetakan layanan yang tersedia bagi kasus KBG di Kabupaten Garut dan merancang program penguatan pelayanan untuk kasus KBG di wilayah tersebut.

 

Kabupaten Garut akan menjadi salah satu dari 4 lokasi implementasi program hasil penelitian dari pihaknya. Program ini melibatkan kerjasama antara UNFPA, Kemen PPPA, dan pemerintah daerah setempat, dengan tujuan memperkuat pelayanan kasus KBG di Kabupaten Garut.

Baca Juga :  Respons Cepat Penanganan Gempa Garut: Yudha Puja Turnawan dan Pj. Bupati Garut, Barnas Adjidin Tinjau Lokasi Terdampak

 

“Garut dipilih bukan karena tingginya kasus, melainkan karena siap menerima program ini,” ujar Sari.

 

Sari menambahkan bahwa tindak lanjut dari FGD ini akan melibatkan lokakarya nasional dengan instansi pusat dan SKPD terkait di empat wilayah.

 

Lokakarya ini bertujuan untuk validasi data dan perbaikan protokol layanan yang ada. Wilayah yang menjadi lokasi penelitian adalah Kabupaten Garut, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Brebes, dan Kota Serang.

Penguatan layanan tidak hanya fokus pada pengaduan, tetapi juga mencakup bantuan hukum, penanganan psikososial, dan pendampingan sosial bagi korban KBG.

 

“Pendampingan sosial merupakan aspek penting yang sering terlupakan. Kita perlu memperkuat kapasitas pekerja sosial agar mereka dapat mendampingi korban dengan baik dan menjaga kerahasiaan mereka,” tambahnya.

 

Sari juga menyebutkan bahwa akan dilakukan pembaharuan pada kurikulum pendidikan bagi calon pekerja sosial, sehingga mereka lebih terampil dalam menangani kasus kekerasan berbasis gender.”Harapannya adalah perbaikan sistemik dari calon pekerja sosial hingga penguatan pendampingan,” pungkasnya.(DK).

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Garut Pulihkan Kerugian Negara Lebih dari Rp1,5 Miliar, Pemkab Apresiasi Kinerja Penegakan Hukum
783 Personel Kontingen Garut Siap Tempur di Porprov Jabar XV 2026, Bupati Tekankan Semangat Juara
Berangkat Sekolah, Bocah 12 Tahun Jadi Korban Curas di Leuwigoong, Polisi Buru Pelaku Lainnya
Perkuat Pendidikan Keagamaan, Pemkab Garut Salurkan Hibah untuk 9 Pondok Pesantren
Wabup Putri Karlina Ajak ASN dan Warga Garut Ubah Pola Pengelolaan Sampah dari Sumbernya
Pemadaman Kebakaran TPA Pasir Bajing Capai 90 Persen, Pemkab Garut Siapkan Pemulihan Layanan Sampah
Lepas Diklat Calon Kepala Sekolah 2026, Bupati Garut Tekankan Penguatan Mutu dan Tata Kelola Pendidikan
Perempuan 37 Tahun Tewas Tertemper KA Turangga di Kadungora, Polisi Lakukan Evakuasi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Kejari Garut Pulihkan Kerugian Negara Lebih dari Rp1,5 Miliar, Pemkab Apresiasi Kinerja Penegakan Hukum

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:15 WIB

783 Personel Kontingen Garut Siap Tempur di Porprov Jabar XV 2026, Bupati Tekankan Semangat Juara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Berangkat Sekolah, Bocah 12 Tahun Jadi Korban Curas di Leuwigoong, Polisi Buru Pelaku Lainnya

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Wabup Putri Karlina Ajak ASN dan Warga Garut Ubah Pola Pengelolaan Sampah dari Sumbernya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Pemadaman Kebakaran TPA Pasir Bajing Capai 90 Persen, Pemkab Garut Siapkan Pemulihan Layanan Sampah

Berita Terbaru