Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri perayaan Hari Lahir ke-4 DPP Aliansi Masyarakat Garut Anti Radikalisme (ALMAGARI) di Sekretariat DPP ALMAGARI, Kampung Galumpit, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (14/02/2026).
GARUT BERKABAR, Garut Kota – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri perayaan Hari Lahir ke-4 Aliansi Masyarakat Garut Anti Radikalisme (ALMAGARI) yang digelar di Sekretariat DPP ALMAGARI, Kampung Galumpit, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (14/02/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi sumber perpecahan.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera, meski dengan cara dan kemampuan yang berbeda-beda.
Syakur juga menyoroti adanya kelompok yang berupaya memaksakan keseragaman atau homogenitas, seperti gerakan Negara Islam Indonesia (NII). Ia menilai fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar tidak mengganggu persatuan bangsa.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi yang keliru yang berpotensi menjerumuskan warga ke dalam kelompok dengan agenda mendirikan negara di luar sistem yang sah.
“Kalaupun ada warga yang terpapar informasi yang salah lalu tergabung dalam kelompok tertentu yang diduga ingin mendirikan negara sendiri, ini yang harus kita awasi bersama,” ujarnya.
Menutup arahannya, Bupati menepis anggapan bahwa radikalisme muncul karena absennya peran negara. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Jangan sampai ada anggapan negara tidak hadir. Kami pastikan pemerintah hadir bersama bapak dan ibu sekalian,” tegasnya.
Perayaan Harlah ALMAGARI ke-4 ini dihadiri jajaran pengurus, tokoh masyarakat, serta tamu undangan yang memiliki komitmen menjaga kondusivitas daerah dan ideologi bangsa di Kabupaten Garut.
Rangkaian kegiatan meliputi gelar budaya, layanan kesehatan gratis, santunan, deklarasi kembalinya eks NII ke NKRI, serta diskusi kebangsaan sebagai wujud penguatan nilai persatuan dan toleransi.(**).
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut







