Festival Seni, Budaya, dan Wisata Sayang Heulang 2026 berlangsung meriah di Bukit Teletubbies, Pantai Sayang Heulang, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Sabtu (11/4/2026).
GARUT BERKABAR, Pameungpeuk – Dinas Pariwisata Kabupaten Garut berkolaborasi dengan komunitas Garut Selatan Creative menggelar Festival Seni, Budaya, dan Wisata Sayang Heulang 2026 di kawasan Bukit Teletubbies, Pantai Sayang Heulang, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan destinasi wisata unggulan di wilayah Garut Selatan, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada masyarakat serta wisatawan yang datang berkunjung.
Festival berlangsung semarak dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional dan hiburan rakyat. Sejumlah kesenian daerah turut dipentaskan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus menjadi daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Garut, Beni Yoga, mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk menjaga potensi wisata serta kearifan lokal yang ada di kawasan Bukit Teletubbies dan Pantai Sayang Heulang.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap potensi wisata Bukit Teletubbies semakin meningkat dan mampu menarik perhatian wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara,” ujar Beni.
Ia juga menuturkan bahwa berdasarkan data yang ada, kawasan wisata di Garut masih memiliki tingkat kunjungan yang baik, khususnya di wilayah Garut Selatan. Menurutnya, Pantai Santolo menjadi salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi wisatawan, selain Pantai Sayang Heulang. Destinasi lainnya yang juga ramai dikunjungi yakni wisata air panas Darajat, kawasan wisata Kawah Papandayan, serta Cipanas Garut.
“Berdasarkan data BPS, kondisi pariwisata Garut Selatan tidak seburuk yang sering diberitakan sebelumnya. Kami akan terus mendorong pembenahan pusat-pusat wisata agar budaya dan kearifan lokal tetap terjaga sebagai daya tarik wisata,” katanya.
Sementara itu, Camat Pameungpeuk menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival seni budaya dan wisata di kawasan Bukit Teletubbies merupakan yang pertama kali digelar dengan melibatkan kolaborasi pemuda dari Garut Selatan Creative.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali budaya lokal sekaligus meningkatkan promosi wisata di wilayah Pameungpeuk.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Dinas Pariwisata dan seluruh jajaran pemerintahan. Acara ini menjadi langkah awal untuk menjaga kearifan lokal dan promosi wisata ke depannya,” ujarnya.
Lokasi festival yang berada di kawasan wisata alam turut menambah daya tarik kegiatan. Panorama hijau Bukit Teletubbies yang berpadu dengan pesona Pantai Sayang Heulang menjadikan suasana festival semakin semarak, ditambah antusiasme masyarakat dan wisatawan yang memadati area acara sejak pagi.
Selain pertunjukan budaya, festival ini juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif untuk memamerkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga karya seni yang mencerminkan identitas Garut Selatan. Kehadiran pelaku usaha lokal diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Pemerintah daerah menargetkan festival ini dapat menjadi agenda tahunan guna memperluas promosi pariwisata Garut Selatan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Festival turut dihadiri sejumlah unsur instansi pemerintah daerah, di antaranya Dinas Pariwisata, Camat Pameungpeuk, Diskominfo, BKD, Kepala RSU, Dishub, Satpol PP, Damkar, serta jajaran Forkopimcam Pameungpeuk. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan lintas sektor dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Garut.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Festival Seni, Budaya, dan Wisata Sayang Heulang 2026 menjadi bukti bahwa sektor pariwisata Garut Selatan terus berkembang dan dinilai berpotensi menjadi magnet wisata baru di Jawa Barat, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati perpaduan panorama alam, budaya, serta kuliner khas daerah.(**).
Penulis : IHSAN
Editor : Rizkq
Sumber Berita : Reforter (Ihsan)








