Bodas Farm, Simbol Kesuksesan Peternak Milenial Garut

Peternakan Domba Tawarkan Potensi Cuan Puluhan Juta Rupiah

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mengunjungi Peternak Milenial Bodas Farm di Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Rabu (19/3/2025).

GARUT BERKABAR, Selaawi – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menunjukkan dukungannya terhadap peternak milenial dengan mengunjungi Bodas Farm di Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Rabu (19/3/2025). Kunjungan ini semakin menegaskan bahwa sektor peternakan bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan bagi generasi muda.

Dalam kunjungannya, Putri Karlina mengapresiasi pengelolaan peternakan yang dilakukan oleh Dadan Haryana Rahayu dan istrinya. Ia mengaku terkejut dengan besarnya potensi keuntungan dari beternak domba.

“Saya pikir bisnis yang cuan itu hanya di sektor kuliner atau hiburan, ternyata beternak domba juga luar biasa. Dan ini kelihatannya nggak terlalu sulit dikelola ya, Kang,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Garut Resmi Umumkan Susunan Alat Kelengkapan untuk Periode 2024-2029

Menurutnya, menjadi peternak bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga gaya hidup yang memungkinkan seseorang menikmati keseimbangan antara usaha dan kehidupan.

“Menjadi peternak itu bisa memberikan kebebasan finansial tanpa harus selalu bekerja di sektor formal. Ini adalah peluang besar bagi anak muda,” tambahnya.

Di akhir kunjungan, Putri Karlina berharap Bodas Farm semakin berkembang dan dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk terjun ke dunia peternakan.

Bodas Farm: Peternakan Domba Beromzet Puluhan Juta

Dadan Haryana Rahayu, pemilik Bodas Farm, menjelaskan bahwa peternakannya berdiri di atas lahan seluas 60 tumbak dengan tambahan lahan hijauan sekitar 1 hektare. Dengan kapasitas kandang mencapai 250 ekor domba, saat ini populasi domba yang ia kelola hampir mencapai 180 ekor.

Baca Juga :  Kabupaten Garut Kukuhkan Diri Sebagai Penghasil Jagung Terbesar di Jawa Barat

“Kami bisa mendapatkan omzet antara Rp20–30 juta per bulan. Harga domba bervariasi, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp7 juta per ekor,” jelas Dadan.

Permintaan domba meningkat terutama saat Ramadan, dengan pengiriman ke berbagai daerah seperti Cikampek, Banten, Ciamis, Majalengka, dan Bandung.

Dadan berharap pemerintah lebih mendukung peternak muda, khususnya dalam pengadaan teknologi peternakan dan lahan hijauan yang masih menjadi kendala utama.

“Kami butuh dukungan dalam penyediaan alat-alat peternakan yang harganya sulit dijangkau, serta pengembangan lahan hijauan agar produksi lebih maksimal,” pungkasnya(Red).