Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau lokasi kebakaran TPA Pasir Bajing di Jalan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Senin (12/10/2026). Selain mendorong percepatan pemadaman dan evaluasi pengelolaan sampah, Pemkab Garut memastikan warga terdampak asap mendapatkan penanganan medis selama masa tanggap darurat.
GARUT BERKABAR, Banyuresmi – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing di Jalan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Senin (12/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal sekaligus mengevaluasi dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Dalam kunjungannya, Bupati memeriksa sejumlah titik di area TPA, mulai dari Pos 1 hingga Pos 3. Ia juga berdialog dengan warga yang tinggal di sekitar lokasi untuk menyerap keluhan dan mengetahui kondisi masyarakat yang terdampak asap kebakaran.
Syakur mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut telah menyiapkan langkah penanganan melalui dua pendekatan, yakni penanganan darurat untuk mempercepat pemadaman api dan evaluasi jangka panjang guna memperbaiki sistem pengelolaan sampah.
Untuk penanganan darurat, pemerintah daerah akan mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh instansi dan unsur terkait agar proses pemadaman dapat segera diselesaikan. Sementara itu, evaluasi jangka panjang akan mencakup pembenahan tata kelola TPA, termasuk pemenuhan sarana pendukung seperti ketersediaan pasokan air.
“Kita akan berbicara khusus pengelolaan jangka panjang,” ujar Syakur.
Kebakaran tersebut juga berdampak pada operasional TPA Pasir Bajing yang sempat dihentikan sementara. Pemerintah daerah berharap kondisi segera pulih sehingga aktivitas pembuangan sampah dapat kembali berjalan normal.
Selain berfokus pada pemadaman, Pemkab Garut memastikan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran akan mendapatkan penanganan medis. Bupati menyebut, sekitar 500 kepala keluarga (KK) tinggal di kawasan yang perlu mendapat perhatian selama masa tanggap darurat.
Untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan, pihaknya telah meminta puskesmas, Dinas Kesehatan, serta rumah sakit agar bersiap memberikan pelayanan kepada warga terdampak.
“Saya tanya warga sekitar ada 500 KK. Sudah saya panggil puskesmas, Dinas Kesehatan, serta rumah sakit. Semua warga di situ yang terdampak kejadian kebakaran ini harus ditangani dan itu adalah tanggung jawab dari pemerintah,” tegasnya.
Pemkab Garut berharap upaya pemadaman dan penanganan dampak kebakaran dapat segera membuahkan hasil. Evaluasi terhadap pengelolaan TPA juga diharapkan menjadi langkah perbaikan agar fasilitas pengolahan sampah tersebut dapat beroperasi lebih baik dan risiko kejadian serupa dapat diminimalkan.(Rizkq).







