Pemerintah Kabupaten Garut menggelar rapat evaluasi penanganan masa tanggap darurat kebakaran TPA Pasir Bajing, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (17/10/2026). Pemadaman api di permukaan telah berhasil dilakukan dengan progres penanganan mencapai sekitar 90 persen, sementara petugas masih menangani sisa bara di bawah tumpukan sampah.
GARUT, Banyuresmi – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, menunjukkan perkembangan positif. Kobaran api di permukaan tumpukan sampah berhasil dipadamkan, sementara upaya penanganan bara api yang masih tersisa di bagian bawah terus dilakukan oleh tim gabungan.
Perkembangan tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi penanganan masa tanggap darurat kebakaran TPA Pasir Bajing yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (17/10/2026).
Rapat koordinasi lintas instansi tersebut membahas capaian pemadaman, dukungan operasional, serta langkah lanjutan untuk memastikan kondisi di lokasi kebakaran benar-benar aman.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulah, menjelaskan bahwa operasi penanganan masih berfokus pada pemadaman. Dalam pelaksanaannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut bertugas sebagai Komandan Pos (Danpos).
Pemkab Garut juga telah menyiapkan dukungan anggaran untuk memenuhi kebutuhan logistik dan operasional seluruh instansi yang terlibat, mulai dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), DLH, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM), hingga Dinas Sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengungkapkan bahwa penanganan yang telah berlangsung selama sekitar satu pekan berhasil menekan kebakaran secara signifikan.
Menurutnya, tahap awal pemadaman yang menyasar kobaran api dan asap di permukaan tumpukan sampah telah berhasil diselesaikan. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap akibat bara yang tertahan di lapisan bawah tumpukan sampah.
“Penanganan tahap pertama dilakukan dengan menghilangkan kobaran api dan asap di permukaan. Saat ini masih ada sisa titik api atau asap yang muncul dari bara di bagian bawah tumpukan sampah,” jelas Usep.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas gabungan menerapkan metode penyuntikan air ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Upaya ini dilakukan secara intensif, baik siang maupun malam, guna memastikan bara api di bawah permukaan dapat dipadamkan secara bertahap.
Setelah tahap pemadaman utama, pengawasan di lokasi akan dilanjutkan melalui patroli selama 10 hari. Selanjutnya, pemantauan berkala akan menjadi tanggung jawab DLH Kabupaten Garut untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Usep menyebutkan, berdasarkan perkembangan penanganan di lapangan, proses pemadaman telah mencapai sekitar 90 persen. Capaian tersebut ditandai dengan tidak adanya lagi kobaran api maupun asap di permukaan, meskipun penanganan bara di bagian dalam masih harus dituntaskan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi tersebut, di antaranya jajaran Damkar, Kodim 0611/Garut, Brimob, Polres Garut, BPBD, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Berkat kerja sama semua pihak, penanganan kebakaran TPA ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Kami berharap seluruh proses dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan,” ujarnya.
Seiring dengan perkembangan pemadaman, Pemkab Garut mulai menyiapkan pemulihan layanan kebersihan masyarakat. Kepala DLH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengambilan dan pengangkutan sampah yang menumpuk di sejumlah pasar.
Pembersihan kawasan perkotaan juga akan dilakukan secara bertahap agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal dan penumpukan sampah tidak semakin meluas.
Dengan masih berlangsungnya penanganan bara api dan rencana pemulihan layanan kebersihan, Pemkab Garut menargetkan proses penanganan kebakaran dapat diselesaikan sesuai jadwal, disertai pengawasan untuk menjaga keamanan kawasan TPA Pasir Bajing. (Rifky).







