Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan arahan strategis kepada para Kepala Desa di Kecamatan Mekarmukti, Caringin, dan Bungbulang di Aula Kantor Kecamatan Mekarmukti, Senin (23/2/2026).
GARUT BERKABAR, Mekarmukti – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menekankan pentingnya percepatan pembangunan di wilayah Garut Selatan saat memberikan arahan kepada para Kepala Desa se-Kecamatan Mekarmukti, Caringin, dan Bungbulang. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Mekarmukti, Senin (23/2/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati menegaskan perlunya langkah lompatan atau akselerasi guna menjawab berbagai persoalan mendasar yang masih membayangi kawasan selatan. Ia mengaku prihatin terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Sejumlah persoalan krusial seperti kemiskinan ekstrem, tingginya angka putus sekolah, hingga kasus kematian ibu dan anak menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, akselerasi pembangunan memang membutuhkan dukungan anggaran besar, namun harus dibarengi dengan strategi yang tepat sasaran.
Syakur menjelaskan, penciptaan lapangan kerja tidak harus selalu melalui pembangunan industri berskala besar. Sektor pariwisata, perhotelan, hingga restoran dinilai memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja lokal apabila dikelola secara optimal.
Ia juga menyoroti belum optimalnya program pertanian dan peternakan akibat lemahnya hilirisasi. Selama ini, banyak komoditas dijual dalam bentuk mentah tanpa proses lanjutan yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Secara khusus, Bupati mengidentifikasi jagung sebagai komoditas strategis yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Selain memiliki potensi pasar yang luas, jagung merupakan bahan baku utama pakan ternak yang sangat dibutuhkan dalam mendukung program Makanan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat.
Menurutnya, pengembangan jagung harus terhubung langsung dengan sektor peternakan melalui sistem terintegrasi. Ia mencontohkan model ekosistem di Blitar, di mana pabrik pakan, sentra peternakan, dan lahan produksi jagung berada dalam satu kawasan terpadu sehingga biaya produksi dapat ditekan dan harga jual menjadi lebih kompetitif.
Dengan integrasi sektor pertanian jagung dan peternakan ayam pedaging, Syakur berharap Garut Selatan mampu menjadi bagian penting dalam rantai pasok pangan nasional. Langkah tersebut diyakini dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah selatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Komandan Yonif TP 890/GS, Kapten INF Rahman Nur Rumagia.(**).
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut







