GARUT BERKABAR, Pameungpeuk – Pasca libur Idulfitri 1446 H, sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Garut dipadati pengunjung, termasuk Pantai Sayang Heulang yang menjadi salah satu destinasi favorit. Namun, membludaknya wisatawan menyisakan persoalan serius: tumpukan sampah yang mengganggu keindahan dan kenyamanan lokasi wisata tersebut.
Menanggapi hal ini, Pemerintah Kecamatan Pameungpeuk bersama petugas kebersihan setempat bergerak cepat melakukan aksi pembersihan sampah pada Sabtu pagi (5/4/2025). Kegiatan ini dilakukan sejak subuh, sebelum padatnya kunjungan wisatawan, untuk menghindari kemacetan dan menjaga estetika kawasan pantai.Camat Pameungpeuk menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggapan langsung atas sorotan publik di media sosial, termasuk dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang turut menanggapi kondisi tersebut melalui akun TikTok resminya. Dalam unggahannya, KDM menyebut sudah ada langkah nyata pembersihan di lapangan sebagai respons atas keluhan masyarakat.
Keluhan tersebut bermula dari unggahan warganet melalui akun TikTok @nengnoey729 yang menyoroti kondisi pantai yang dipenuhi sampah. Ia menyampaikan kekecewaannya dalam dialek Sunda, “Sayang Heulang loba sampah, gera yeh. Jadi laut sampah, lain Sayang Heulang.” Unggahan itu dengan cepat menjadi perbincangan dan menuai perhatian banyak pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Merespons hal tersebut, pihak kecamatan dan petugas kebersihan langsung mengevakuasi tumpukan sampah di berbagai sudut pantai. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Aksi cepat ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan wisata sangat penting, terutama pasca momen liburan besar seperti Idulfitri. Pemerintah daerah berharap wisatawan juga turut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan demi kenyamanan bersama dan kelestarian alam Garut selatan.(Red).
Penulis : Admin
Editor : Rizkq