Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap konsisten menganut politik luar negeri bebas aktif dan non-blok, serta tidak akan bergabung dengan pakta militer mana pun di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Pada Senin (2/2) Kemarin. Selasa (3/2/2026).
Bogor – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak terlibat dalam pakta militer mana pun di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Indonesia, kata Prabowo, akan tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan berpegang pada prinsip non-blok.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2) Kemarin. Selasa (3/2/2026). Ia menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan kelanjutan dari amanat konstitusi dan warisan kebijakan para pendiri bangsa.
Menurut Prabowo, kekhawatiran dunia terhadap potensi pecahnya perang besar, termasuk perang nuklir, semakin nyata. Hal ini ia rasakan langsung dari pertemuannya dengan para pemimpin dunia dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, di mana isu ancaman perang global menjadi perhatian serius.
Prabowo menilai, meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik geopolitik, dampak perang—khususnya perang nuklir—tetap dapat dirasakan secara luas, mulai dari perubahan iklim global hingga kerusakan ekosistem laut yang menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia.
Ia menekankan bahwa sikap non-blok bukan berarti lemah, melainkan menuntut kemandirian dan ketangguhan nasional. Filosofi luar negeri Indonesia, menurutnya, adalah menjalin persahabatan seluas-luasnya tanpa mencari musuh.
“Jika kita ingin benar-benar non-blok dan bersahabat dengan semua pihak, maka konsekuensinya kita harus mampu berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya.
Prabowo juga mengingatkan ajaran Panglima Besar Jenderal Sudirman tentang pentingnya percaya pada kekuatan sendiri. Di tengah dunia yang dipengaruhi kepentingan negara-negara besar, Indonesia dituntut realistis, waspada, dan siap menghadapi segala kemungkinan.
Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus membangun pertahanan dan ketahanan nasional secara kuat, bukan untuk mengancam pihak lain, melainkan demi melindungi seluruh rakyat Indonesia.
Caption:
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap konsisten menganut politik luar negeri bebas aktif dan non-blok, serta tidak akan bergabung dengan pakta militer mana pun di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut







