Resepsi Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 Tingkat Kabupaten Garut yang digelar di Gedung Lasminingrat, Jalan Ahmad Yani, Jumat (16/1/2026).
GARUT BERKABAR, Garut Kota – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menghadiri Resepsi Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 Tingkat Kabupaten Garut yang berlangsung di Gedung Lasminingrat, Jalan Ahmad Yani, Jumat (16/1/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Garut menegaskan pentingnya peran strategis organisasi perempuan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait isu kesehatan serta dampak sosial dan kesehatan dari pernikahan usia dini.
Menurutnya, perempuan yang memiliki akses pendidikan dan pengetahuan harus mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekitarnya.
Putri Karlina menyampaikan apresiasi kepada Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Garut yang konsisten berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas perempuan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, peringatan PHI ke-97 ini turut diisi dengan layanan pemeriksaan kesehatan wanita dan pemeriksaan kulit secara gratis bagi para peserta.
Ia juga menyoroti masih tingginya praktik pernikahan di bawah umur, khususnya di wilayah pelosok Kabupaten Garut.
Wabup menegaskan bahwa pernikahan dini bukan solusi atas persoalan sosial, justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga di masa mendatang.
“Ini menjadi penanda bahwa kita yang memiliki pendidikan lebih harus mampu memberdayakan dan mendampingi saudara-saudara kita yang masih menghadapi kendala sosial,” ujarnya.
Selain itu, Putri Karlina mengajak generasi muda, khususnya perempuan, untuk terus mengembangkan diri melalui pendidikan dan pengalaman.
Ia juga mengingatkan para ibu agar lebih memperhatikan pola asuh dan kesehatan reproduksi, termasuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin serta mengatur jarak kelahiran sesuai anjuran program pemerintah.
“Menikahkan anak di bawah umur itu bukan solusi. Bagi calon ibu, penting memahami kehamilan yang sehat, rutin ke puskesmas, dan mengatur jarak kelahiran. Program pemerintah sudah disusun sesuai takaran, jadi mari kita ikuti bersama,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, GOW Kabupaten Garut juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang di wilayah Sumatera dan Aceh, khususnya Aceh Tamiang dan Aceh Tengah.
Ketua GOW Kabupaten Garut, Diana Ratna Inten, melaporkan bahwa donasi yang berhasil dihimpun akan difokuskan pada kebutuhan mendesak serta pembangunan jangka panjang.
Bantuan tersebut meliputi sembako siap konsumsi, sarana pendidikan dan tempat ibadah, pembangunan dapur mandiri bagi rumah tangga terdampak, pengeboran sumur air bersih, hingga pembangunan jembatan darurat.
“Sinergi lintas sektor dan dukungan pemerintah daerah menjadi kekuatan utama sehingga peringatan Hari Ibu ke-97 ini terasa lebih bermakna. Semoga kebersamaan ini terus terjaga agar perempuan Garut semakin berdaya, berkarya, dan menginspirasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PHI ke-97 Kabupaten Garut, Rita Sulastri Anwar, melaporkan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sejak 12 Desember 2025.
Kegiatan tersebut meliputi bakti sosial di Griya Lansia, ziarah ke Makam RA Lasminingrat, penanaman pohon di Perkebunan Teh PTP Nusantara I Dayeuhmanggung, bazar bina usaha kultur kreatif, lomba esai, upacara peringatan Hari Ibu, hingga resepsi puncak.
Pada resepsi hari ini juga dilakukan pemberian penghargaan kepada 10 tokoh perempuan inspiratif Kabupaten Garut, salah satunya Prof. Ummu, sosok ibu yang dinilai berhasil menjadi teladan melalui doa, pendidikan, dan ketulusan dalam melahirkan generasi pemimpin.
Kegiatan semakin semarak dengan hadirnya Bazar UMKM anggota GOW serta seminar edukatif, di antaranya Seminar Kecantikan oleh Laure Aesthetic Clinic dan Seminar Kesehatan yang berfokus pada deteksi dini kanker serviks melalui IVA Test, skrining kesehatan, serta pemeriksaan umum dari Klinik Pratama Sonny Medical Bandung.(red)
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut








